jakarta

Hah.. Laporan SPT ku Kurang Bayar?

February 26th, 2009
Ditemani si putih 12″, ibex, dan secangkir kopi arabica beserta creamernya, malam ini, kuputuskan untuk mengecek kembali lampiran A2 bukti pemotongan pajak penghasilan pasal 21 untuk tahun 2008 lalu. Ada kejanggalan sepintas kulihat, dan..ah.. ternyata benar demikian, angka PPh 21 terutang dan poin “telah dipotong” menunjukkan angka yang lebih rendah dari semestinya. Pikirku langsung melanglang ke kantor, “ini pasti kesalahan hitung  bendahara. esok aku mesti langsung menemuinya, jangan sampai laporan pajak tahunanku terlambat”.

Hehe.. paragraf singkat di atas benar-benar merupakan pengalaman saya terbaru, sumpriit.. kalo itu bukan mengada-ada. Pikir pun menerawang, jika saja semua orang punya kesadaran yang sama. Ya, tentang kewajiban pajaknya… Mungkin selamanya akan tetap ada pro dan kontra atas apa yang disebut kewajiban pajak, ya kewajiban… gimana kalo stigmanya diubah menjadi “hak”. Hak setiap warga negara untuk turut ber-sumbangsih membangun negeri, melalui pajak. Bagaimana menurut anda bro & sista? :-)

Universitas Alam Semesta & Pribadi Luar Biasa

February 16th, 2009

toga Malam ini, tiba-tiba saja saya terusik oleh suatu profil singkat seorang kawan, yang tertulis di halaman facebook-nya. Di dalam profil tersebut ia menuliskan bahwa jenjang pendidikan terakhirnya adalah –mahasiswa– di “Universitas Alam Semesta”. Universitas Alam Semesta? ya, tempat dimana kita bebas belajar dimana saja, kepada siapa saja, tentang materi apa saja, dan tidak ada kata “tidak lulus” di universitas ini. Resiko belajar terburuk bagi “mahasiswanya” adalah “keberhasilan yang tertunda” :-) Universitas alam semesta adalah tempat para pembelajar sejati belajar dan mengajar dengan ketulusan.

Ia tak menjanjikan Ijazah dengan legalisasi stempel dan nilai-nilai terukur, tetapi ia mampu mengajarkan mahasiswanya untuk memahami dan mengembangkan potensi diri tanpa intervensi. Dan pada akhirnya, lahirlah pribadi-pribadi mandiri, yang luar biasa. Kenapa luar biasa? Karena pada dasarnya, setiap manusia tercipta dengan potensi dirinya masing-masing, namun hanya sedikit yang memahami dan mensyukurinya dalam wujud pengembangan diri, sementara yang lainnya mapan dengan status “manusia rata-rata”.

Atas kesadaran ini, mari kita buktikan bahwa kita semua adalah pribadi LUARRR BIASA, dan hilangkan kebanggaan menjadi manusia rata-rata :-)

Ternyata..Jujur juga Butuh Alat Bantu

February 13th, 2009

Flashback ke tanggal bersejarah, 4 Mei 2004. Kenapa saya sebut bersejarah? Pada tanggal itulah, saya pertama kalinya mulai bekerja, ngantor dan jadi tukang ketik :-) Dengan berpakaian rapi, kemeja putih, celana kain berwarna gelap, tas ransel di punggung, disertai sedikit modal nekat dalam diri, saya pun meluncur menuju sebuah tempat di tengah kota Jakarta yang saya sendiri belum tahu lokasi pastinya, hanya modal ancer-ancer dari seorang rekan. Pagi itu, titik start saya adalah stasiun kereta Depok Lama.

Atas anjuran kawan, sesampainya di stasiun Pasar Minggu, saya pun turun dari kereta hendak berpindah moda transportasi, angkot No 16, warna biru muda, dengan trayek Pasar Minggu-Kampung Melayu. Celingak-celinguk… mau dibawa kemana kiranya diri ini, ah.. percaya sajalah dengan trayek angkot ini **hati bergumam**, dan akhirnya sampai juga saya di terminal Kampung Melayu. Eits…belom sampe :-( Read the rest of this entry »

Caraku Mencintai Buku

February 9th, 2009

mari membaca Buku, jujur saja, saya bukan seorang kutu buku, apalagi untuk disebut sebagai seorang pustakawan :-) enggak banget keknya. Jika kita bicara soal buku tentu tidak lepas dari membicarakan suatu aktivitas yang namanya membaca. **Backdrop-nya kemudian… Rak-rak kayu bersusun dan berjajar dengan buku-buku tertata rapi sesuai katalog yang tersusun alfa betis, nampak di sudut ruangan terdapat meja-meja baca memanjang, beberapa kursi lipat yang tengah diduduki siswa siswi dengan masing-masing bacaan di tangan. Nampak suasana lengang, semuanya terlihat asyik dan fokus dengan bacaan yang ada dihadapannya**

Ah, mungkin terlalu parno gambaran susana perpus yang coba saya ilustrasikan itu :-) Maklum saja, suasana keheningan dan aktivitas membaca berlama-lama seperti itu mungkin saja jauh dari kebiasaan saya. Meski begitu, saya sangat mencintai buku, ya cinta buku dengan gaya saya sendiri. Percaya atau tidak, saya termasuk orang yang betah berlama-lama berada di dalam toko buku (bukan di dalam perpus lho ya, beda, ingat T.O.K.O), tujuannya ya untuk beli buku (kalo punya duit) atau sekedar cari informasi tentang buku-buku bagus terbitan baru. Terakhir, seperti yang saya lakukan jumat malam, 6 Februari lalu. Read the rest of this entry »

Hujan, Flu dan Kerja yang terganggu

February 4th, 2009

tik tik tik… bunyi hujan di atas genting…

airnya turun… tidak terkira…

cobalah tengok… dahan dan ranting…

pohon dan kebun basah semuaa…

Lagu sederhana ini begitu fasih dinyanyikan oleh si kecil –Muchammad Naufal Aziz–, ketika hujan tiba, bersamaan saat bundanya dengan terburu-buru menyelamatkan jemuran di depan teras rumah, berlomba dengan buliran-buliran air yang kian deras mengguyur bumi.

Nyanyi si kecil dan laku bundanya tersebut terjadi sabtu lalu, 30 Januari 2009. Kini, mereka berdua tengah menginap di rumah ‘eyang’ untuk beberapa hari, sementara saya –karena kondisi—tidak bisa bersama menemani mereka, biar "dapur tetep ngebul", demikian orang tua kita sering mengkhiaskannya.

Read the rest of this entry »

Nasi “Meong”

February 3rd, 2009

nasi kucing Nasi kucing :-) ah, teringat romantika waktu jadi bujang temporary doeloe kala, tepatnya sampai pertengahan februari 2008 lalu. Menjalani kehidupan ala anak kost, yang tiap kali makan mesti itung-itung. Jadilah saya ketemu sego kucing (sebutan nasi kucing dalam basa jawa), demikian saya dan rekan” di semarang dulu menyebutnya. Nasi kucing, biasa disajikan di angkringan –semacam warung non permanen, berbentuk gerobak kayu beroda—, beberapa ada yang tampil dengan tenda terbuka, dengan jajaran bangku kayu memanjang –tempat pengunjung icip-icip—, beberapa lainnya tampil dengan ‘model’ lesehannya Read the rest of this entry »

Hang Out di kaki lima, bersanding Pisbak & jahe Hang Et

January 30th, 2009

pisang bakar Hang out! sorry sebelumnya bro, istilah hang out yang saya pakai mungkin sedikit melenceng dari arti umum istilah tersebut. So, jika kemudian ada yang kurang setuju dengan penggunaan istilah saya yang kurang pas dalam posting ini, sebelumnya saya akan jawab “suka-suka, lha wong namanya juga blog..huehehe..”.

Hang out! semenjak pindah ke tempat tinggal baru, sangat jarang rasanya saya mengajak istri jalan-jalan malem, sekedar untuk icip-icip makanan khas kaki lima sambil ngobrol ringan tentang tingkah polah si kecil hari ini lah, kondisi kantor hari ini lah, dan topik ringan lainnya. Kenapa mesti malem? ya namanya juga karyawan, dari pagi sampai sore “nguli”, so waktu buat keluarga baru sore selepas kerja, malem, sampai akhirnya ketemu pagi lagi untuk memulai aktivitas kerja di hari yang telah berganti. Read the rest of this entry »